Kekerasan Seksual di Angkot, Cermin Kurangnya Perlindungan Perempuan

Dr Andri - detikNews

<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a>


Jakarta - Belakangan ini kita mendengar maraknya kekerasan seksual sampai dengan pembunuhan yang dilakukan di angkutan umum. Korban yang kesemuanya perempuan ini mengalami tindakan kekerasan seksual bahkan penghilangan nyawa di dalam angkutan umum yang merupakan salah satu sarana transportasi yang sehari-hari mereka gunakan.

Apa yang salah dalam kondisi ini? Apakah ini diakibatkan karena faktor kekerasan semata saja yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab? Atau ada peranan lain yang menyebabkan hal ini terjadi.

Perempuan Rentan Kekerasan

Indonesia merupakan salah satu negara yang perempuannya rentan mengalami kekerasan terutama kekerasan seksual. Tidak berlebihan jika dikatakan hal ini awalnya bermula dari ditolerirnya bentuk-bentuk pelecehan kepada perempuan di ruang publik tanpa ada yang merasa bersalah.

Kita sering melihat anak-anak muda yang nongkrong di gang ataupun di tempat-tempat seperti mal yang sering meledek perempuan dengan suatu ungkapan yang berbau seksual. Saya pernah 6 tahun naik bus pulang pergi Tangerang-Jakarta dan sangat sering melihat kondektur, timer (preman yang menjaga terminal bayangan) yang suka memegang (maaf) pantat penumpang perempuan jika ingin naik bus yang cukup tinggi.

Apalagi banyak juga yang sengaja merangkulkan tangannya ke bahu untuk mengajak masuk ke bus yang ditumpangi. Hal ini mau tidak mau diterima dengan 'gondok' tanpa bisa berbuat apa-apa. Faktornya karena perempuan-perempuan ini jarang yang kedapatan berani melawan tindakan-tindakan pelecehan itu. Atau jika berani malah dihardik oleh yang melakukan hal tidak senonoh itu.

Ada juga pelecehan seksual yang dilakukan saat menunggu bus TransJakarta yang pernah ramai dibincangkan baru-baru ini. Kereta api juga jadi tempat untuk melakukan pelecehan seksual buat kaum perempuan dan itu seringkali juga sulit untuk dilaporkan karena seringkali korban merasa malu dan yang berwenang pun sering tidak terlalu serius menanggapi hal ini.

Gangguan Jiwa Terkait Seksual

Kalau ditanya apakah ada orang-orang yang memang mengalami gangguan jiwa terkait seksual yang mau melakukan hal-hal pelecehan seksual tersebut, jawabannya memang ada. Ada orang yang mendapatkan kepuasan dari mempertontonkan alat kelaminnya kepada orang lain, biasanya pria kepada wanita dan mengalami kepuasan kalau si wanitanya ketakutan akibat hal itu.

Ada juga yang suka mendapatkan kenikmatan seksual dari menggesekan alat kelaminnya ke perempuan tanpa merasa perlu diketahui. Tapi orang-orang yang secara diagnosis terbukti mengalami gangguan jiwa jenis ini tidak terlalu signifikan jumlahnya pada pelaku-pelaku pelecehan seksual pada perempuan. Kebanyakan yang melakukannya atas dasar iseng semata yang didasari tidak hormatnya mereka kepada perempuan.

Pola Pikir yang Salah

Perempuan memang sering dianggap makluk yang lemah dan dianggap tidak mampu berbuat apa-apa jika situasi yang dihadapi tidak memungkinkan. Untuk kasus pelecehan di angkutan umum, seharusnya kesalahan jangan ditimpakan kepada perempuan yang dianggap berpakaian merangsang lawan jenisnya atau salah mereka sendiri naik angkutan umum.

Hai Bung, ini bukan masalah pakaian yang perempuan gunakan atau salah mereka naik kendaraan umum, tapi ini adalah masalah apakah kita mampu menghormati perempuan dengan tidak melakukan perlakukan yang melecehkan mereka. Andai membayangkan kalau pelecehan itu terjadi pada ibu atau saudara perempuan kita, apakah Anda masih bisa memakluminya?

Hal lainnya adalah bahwa aparat perlu bertindak tegas pada pelaku-pelaku kekerasan seksual seperti ini. Jangan biarkan mereka bebas tanpa hukuman yang berat. Karakter masyarakat kita masih memerlukan suatu ketegasan hukuman untuk mencegah hal-hal buruk terulang lagi. Mereka masih sulit untuk dihimbau karena pola pikir yang berbeda-beda.

Semoga ke depan tidak akan ada lagi kekerasan pada perempuan. Salam sehat jiwa.

*) Dr Andri, SpKJ adalah psikiater, pengamat kesehatan jiwa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yanto Bunuh Istri Gara-Gara Remote TV
K1-11 | Agus Mulyadi | Rabu, 22 Juni 2011 | 20:16 WIB
DENPASAR.KOMPAS.com - Lucky Jayanto, 36, terdakwa pembunuh istrinya diganjar 7,5 tahun penjara, setelah majelis hakim memutuskan ia bersalah dalam sidang di Pengadilan Negeri, Denpasar, Rabu (22/06/2011).
Yanto terbukti melanggar Pasal 44 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. "Hal yang memberatkan, di samping perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat, yang menjadi korban adalah istri terdakwa sendiri yang seharusnya dilindunginya," ujar ketua majelis hakim, Dewa Wenten, saat membacakan putusannya.
Hakim juga mempertimbangkan beberapa hal yang meringankan pria asal Pasuruan, Jawa Timur, itu, di antaranya masih memiliki anak berusia 1,5 tahun.
Yanto yang tertunduk lesu usai mendengar putusan itu, langsung menerima hukuman tersebut karena lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yakni 10 tahun penjara.
Dalam fakta persidangan terungkap, pada 15 Desember tahun lalu, Yanto dan istrinya, Utami yang tinggal di sebuah rumah kos Jalan Tirta Ening, Denpasar, terlibat cekcok. Dari keterangan Yanto, saat itu Utami menelepon Yanto yang sedang berada di luar kos untuk membelikannya makan.
Menurut Yanto, cara Utami meminta dianggap tidak sopan karena sambil mengatakan ia suami yang tidak bertanggung jawab, karena membiarkan anak dan istrinya kelaparan. Sesampainya di rumah pun Utami masih memaki-maki Yanto dengan kata-kata yang tidak pantas.
Puncaknya, Utami mengambil remote televisi dan dilemparkan ke tembok hingga rusak. Yanto masih mencoba bersabar dengan memperbaiki remote tersebut. Setelah dibetulkan remote televisi ia kembalikan kepada sang istri.
Sayangnya sikap mengalah Yanto ini tak ditanggapi. Utami malah melempar remote itu ke arah Yanto.
Kesabaran Yanto pun habis, dan dua kali tamparan melayang ke pipi Utami. Tak berhenti disitu, Yanto yang sudah kalap menendang perut istri dan mengenai ulu hatinya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ponsel Tetap Bisa Bikin Mandul Meski Tidak Digunakan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
foto: Thinkstock
Jakarta, Penggunaan telepon seluler (ponsel) yang berlebihan disebut-sebut bisa mempengaruhi kualitas sperma. Bahkan meski tidak dipakai, ponsel masih menyisakan risiko mandul pada pria sebesar 30 persen jika tidak benar-benar dimatikan saat dikantongi di celana.

Dalam posisi stand by atau menyala tapi tidak digunakan, ponsel tetap memancarkan radiasi elektromagnetik. Jika diletakkan di celana atau dekat dengan organ reproduksi pria, radiasi tersebut bisa mempengaruhi produksi sperma dan tingkat kesuburan pria.

"Karena radiasi ponsel bisa meningkatkan kadar testosteron di dalam tubuh, maka dampaknya adalah kualitas dan jumlah sperma berkurang," tulis para peneliti dari Queen's University di sebuah jurnal ilmiah, seperti dikutip dari Indiavision, Rabu (22/6/2011).

Dibandingkan dengan tingkat radiasi saat melakukan atau menerima panggilan telepon, tingkat radiasi ponsel dalam kondisi stand by memang lebih kecil. Namun risikonya terhadap sistem reproduksi pria tetap tinggi, karena masih menyisakan risiko mandul sebesar 30 persen.

Para peneliti menyarankan para pria untuk tidak mengantongi ponsel dalam kondisi menyala. Jika tidak benar-benar dimatikan, sebaiknya ponsel disimpan di tas atau tempat lain yang tidak memungkinkan kontak langsung dengan bagian tubuh yang dekat dengan organ reproduksi.

Meski demikian, tidak semua pakar sependapat dengan hasil penelitian para ahli di Kanada tersebut. Shivani Sachdev Gour, konsultan kesuburan dari Isis Clinic di Delhi, India mengatakan bahwa radiasi ponsel bukan pemicu utama ketidaksuburan pada pria.

Shivani mengatakan beberapa kasus ketidaksuburan pria dipicu oleh pencemaran racun dari lingkungan, sedangkan sebagian besar memang tidak diketahui penyebabnya. Namun bukan berarti ponsel boleh dikambinghitamkan sebelum ada bukti yang cukup kuat.

"Harus ada penelitian lanjutan dengan skala lebih besar untuk memastikan dampak tersebut. Bagaimanapun ponsel sudah menjadi bagian hidup manusia masa kini sehingga dampaknya sangat besar jika tidak boleh digunakan," ungkap Shivani.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teknologi Menjawab Tantangan Perubahan Iklim dan Bencana
Yunanto Wiji Utomo | Tri Wahono | Kamis, 19 Mei 2011 | 23:46 WIB
|
Share:
JAKARTA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia menggelar workshop teknologi "TechCamp Jakarta" di @America, Pacific Place, Jakarta. Workshop teknologi ini akan berlangsung selama 2 hari, 19-20 Mei 2011.
TechCamp adalah bagian dari program Civil Society 2.0 yang diprakarsai oleh Hillary Clinton. TechCamp Jakarta sendiri merupakan acara kedua di dunia setelah tahun lalu event yang sama diadakan di Santiago, Chile.
Asisten Atase Pers Kedutaan AS Philip W. Roskamp mengatakan, "Sebanyak 40 LSM, sipil yang ahli dalam teknologi mengikuti acara ini." Ada pula dari Google, Yahoo, Microsoft, Telkomsel, Indosat, dan Novartis.
Roskamp mengungkapkan, workshop sendiri akan dibagi dalam beberapa diskusi kelompok. "Di sini kita fokus pada bagaimana teknologi merespon masalah bencana alam dan perubahan iklim," katanya.
Salah satu yang cukup disoroti adalah peran media sosial untuk merespon 2 masalah yang menjadi fokus yakni perubahan iklim dan bencana alam. Pengguna Facebook dan Twitter di Indonesia yang besar kembali dilihat sebagai potensi penggerak.
"Kita lihat bagaimana pengguna Facebook di Indonesia yang besar. Ini bisa berkontribusi untuk mengatasi masalah perubahan iklim dan bencana alam," kata Roskap ketika ditemui di sela pembukaan workshop hari ini.
Salah satu yang hadir di TechCamp Jakarta adalah Dian Paramitha, warga Yogyakarta yang tergabung dalam milis Cah Andong dan memprakarsai pengumpulan dana untuk korban Merapi lewat media sosial. Dian menguraikan, "Kemarin kita kumpulkan dana lewat Twitter dan dalam sebulan dapat Rp 100 juta. Tiap ada yang memberi kita foto sehingga orang percaya bahwa dananya disalurkan ke tempat yang benar."
Mengatakan tujuan kehadirannya, Dian yang sebelumnya juga mengumpulkan dana lewat media sosial untuk panti asuhan mengungkapkan, "Saya ingin nanti yang dengerin bisa terinspirasi, memakai internet untuk kegiatan sosial."
Hadir pula Hanny Kusumawati yang dikenal lewat program Coin a Chance. Ia mengatakan, "Di sini kan ada NGO. Nanti diharapkan bisa menemukan cara bagaimana media sosial mendukung program mereka."
Michael T Jones, Chief Technology Officer Keyhole Google mengatakan, fokus TechCamp di Jakarta sangat menarik. Ia mengatakan bahwa Google sendiri telah memiliki teknologi untuk membantu 2 masalah yang menjadi fokus dalam workshop ini.
"Kita bukan ilmuwan. Tapi Google punya Google Earth untuk ilmuwan di mana mereka bisa mengetahui mana daerah yang polusinya tinggi, kadar garam, dan sebagainya. Itu cara kami membantu," ungkapnya.
Sementara, dalam bidang bencana alam, ia mengatakan bahwa Google telah mengembangkan program yang bisa membantu mencari korban dan memberikan gambaran bagaimana bencana terjadi.
Roskamp menilai, penggunaan teknologi untuk merespon bencana alam dan perubahan iklim di Indonesia bisa berhasil. "Dengan jumlah masyarakat Indonesia yang mengakses Facebook, saya yakin itu bisa berhasil," katanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kopi Tubruk Wangi plus Singkong Bawang di Ruang Pembebasan

Devita Sari - detikFood
Kopi Tubruk Wangi plus Singkong Bawang di Ruang Pembebasan
Foto: dev/detikFood
Jakarta - Secangkir kopi tubruk dan singkong goreng yang empuk memang pas untuk teman nongkrong di warung yang satu ini. Sedangkan nasi goreng dengan irisan escargot terasa unik saat dinikmati bersama kriuk-nya emping goreng. Slurpp... sedep tenan!!

Pertemuan saya dengan Warung Darmin ini sebenarnya atas rekomendasi seorang teman. Kebetulan lokasi kantor yang tak jauh dari sana membuat saya memutuskan mampir di suatu sore. Apalagi melihat kondisi jalanan Warung Buncit yang sangat padat, wah... bayangan bersantai menikmati secangkir minuman panas terasa sungguh menggoda.

Warung Darmin yang berlokasi di Jl. Duren Tiga ini masih tergolong gres. Tempatnya persis sebelum Hotel Kaisar jika berkendara dari arah Mampang. Bagian depan tertutup pohon-pohon bambu yang rimbun memang membuat papan nama warung ini - "Warung Darmin" Rumah Kopi, Ruang Pembebasan - sedikit mengintip dari arah jalan raya.

Dibalik pohon-pohon bambu terdapat meja-meja bundar plus kursi kayu rotan mengingatkan saya akan rumah jadoel jaman dahulu. Suasana adem dan homey langsung menyergap dan memberikan rasa nyaman saat saya menghenyakkan diri di salah satu kursi. Di bagian dalam juga ada sebuah meja panjang yang ditujukan bagi pengunjung yang khusus ingin menikmati minuman saja.

Hujan gerimis mulai turun saat saya mulai memesan menu. Karena masih baru, warung ini belum memiliki buku menu. Pengunjung dapat memilih menu makanan yang ditulis di dinding dengan kapur berwarna. Buat saya tampilan 'menu di dinding' itu justru tampak lebih menarik.

Untuk hidangan utama hanya ada nasi goreng escargot yang spesial, sop buntut, spaghetti goreng pedes escargot, dan mi goreng/kuah Jowo. Sedangkan camilannya berupa pisang goreng, singkong goreng garlic, lumpia goreng, aneka sandwich, dan sayam ayam. Berhubung hanya datang berdua saya memilih kopi tubruk dan teh, singkong goreng garlic untuk camilan, dan seporsi nasi goreng escargot yang bikin penasaran.

Minuman - kopi tubruk dan teh tubruk - disajikan terlebih dahulu dengan cangkir-cangkir putih persolen. Terus terang awalnya saya membayangkan bakal disodorkan minuman dalam gelas kaca layaknya di warung kopi pada umumnya, sehingga menambah kental kesan jadoel dan santai yang sudah dipancarkan dari suasana Warung Darmin ini.

Kekecewaan saya ditebus dengan kehadiran seporsi singkong goreng yang tampak mak nyuss... kalo kata Pak Bondan. Singkongnya digoreng garing kecoklatan dengan taburan cacahan bawang putih goreng sehingga harum aromanya plus saos sambal sebagai pelengkap. Sedangkan nasi gorengnya disajikan dengan porsi cukup besar dan warna yang cokelat pucat.

Nasi goreng escargot ini dilengkapi pula dengan acar dan emping goreng. Irisan escargot yang cukup besar-besar mengintip disela-sela butiran nasi dan telur orak-arik. Escargot sebenarnya adalah sajian daging bekicot yang populer di Perancis. Saat disuapkan ke dalam mulut, hmm... nasi goreng ini rasanya boleh juga. Escargot-nya cukup empuk dan serasi disandingkan bersama nasi goreng yang gurih.

Untuk menemani kopi tubruk yang berupa kopi hitam kental ini saya mencomot sepotong singkong goreng. Bagian luarnya yang garing gurih, kontras dengan bagian dalamnya yang empuk. Sensasi aroma bawang putih goreng makin membuat singkong ini terasa lebih enak. Jika suka, bisa juga mencocolkan singkong ke saos sambal yang sudah disediakan. Kalau saya lebih suka menikmatinya begitu saja tanpa tambahan apapun. O ya, teman saya pun memuji teh legit dan kental yang diminumnya. Slurppp... hangatnya teh ketal wangi tersebut memang pas dinikmati saat hujan-hujan seperti ini.

Saat pulang saya cukup membayar Rp 42.500,00 setelah dipotong diskon 15%. Nasi goreng escargot dihargai Rp 20.500,00 dan Rp 9500,00 untuk singkong goreng garlic. Sedangkan untuk kopi tubruk plus tambahan creamer Rp 12.500,00 dan Rp 7500,00 untuk teh tubruk. Sayang sore itu ternyata saya tidak beruntung menemukan sosok Alex Komang - aktor senior sekaligus sang pemilik warung ini. Moga-moga lain kali kalau mampir bisa bertemu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Arruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa

Kami petualang mencari kebenaran
Mencari makna serta hakikat manusia
Kami berjuang menegakkan kehormatan
Hidup mulia atau mati sebagai syuhada

Kami berbekal alquran hakiki
Meneruskan cita dan risalah para nabi
Kami sandang julukan generasi ghuraba
Biar saatnya datang kami pimpin dunia

Kami semangat baru siap maju hancur semua musuh
Kami tentara Alloh siap korbankan harta bahkan jiwa

Kami serahkan semua hidup pada Alloh
Kami tekadkan tuk ikuti rasulullah
Usung panji ilahi iman kuat membaja
Hadapi tirani bebaskan umat dunia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dateng di kampus bawa buku tebel-tebel
Dandanan nyentrik bergaye model professor
Ngaku di rume berangkat pergi kulieh
Sampe di kampus nyatanye ke kantin juge
Nyari temen ngobrol sambil ngupi die paling doyan
Nyetanin temen ngajakin bolos kulieh
Kelar kulieh die juge ikut pulang
Belaga pilon kopinye lupe dibayar
Deket ujian die sibuk potokopi
Cari catetan colek sana colek sini
Waktu ujian houdingnye kayaknya ngarti
Ude dua jem kertasnya belon diisi
Giliran pengumuman ujian keluar
Angke-angkenye mere gak satu birunye
Kalau ditanye nape ancur ujian lu?
Jawabnya santai dosennya pade sentimen
Itulah die kisah seorang mahasiswe
Jangan diconto segala kelakuannye
Kalo pade mau tau om.., pade mau kenal
Gak jauh jauh nih die, ai lah orangnye

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS