Sepintar Apapun Pemerintahnya, Tak Bisa Menghilangkan Macet

Syubhan Akib - detikOto

Gambar
Jakarta - Kemacetan merupakan makanan sehari-hari warga perkotaan. Banyak yang frustasi mengenai hal ini. Tapi menurut Kementerian Perhubungan kemacetan merupakan hal yang wajar dan tidak akan bisa dihilangkan, yang bisa dilakukan adalah mengelola kemacetan.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menuturkan kalau populasi kendaraan dengan panjang jalan memang timpang sehingga kemacetan sudah pasti terjadi.

Apalagi angkutan massal yang cepat dan nyaman belum dapat disediakan oleh pemerintah.

"Sepintar apa pun pemerintahnya, tidak ada yang bisa menghilangkan kemacetan. Yang ada mengelola kemacetan," ungkapnya di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (12/1/2011).

Bambang mengungkapkan kemacetan lalu lintas bukan hanya terjadi Jakarta tapi juga negara-negara maju yang berisi orang-orang cerdas.

"Tidak ada yang bisa menghilangkan kemacetan," tegasnya lagi.

"Semua keluar di jalan yg sama dan menggunakan jalan yang sama. Wajar kalau jalan jadi macet. Kondisi ini terjadi di hampir seluruh dunia. Bukan hanya Indonesia," ujar pria yang senang reli mobil ini.

Saat ini menurut data yang dimiliki Kementerian Perhubungan, ada sekitar 47 juta motor dan 9,5 juta mobil di seluruh Indonesia.

Dan untuk di Jakarta, ada sekitar 11 juta kendaraan, sekitar 8 juta adalah motor.

"Wajar kalau macet jadi makanan sehari-hari kita," tukasnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

wisnu_uye mengatakan...

siiip

Posting Komentar