Cara Mencari Arah Kiblat
Editor: wsn
Rabu, 28 Oktober 2009 | 08:50 WIB
Dibaca: 2997

KOMPAS.IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Warga menjalankan Shalat Jumat di halaman Masjid Raya Ganting, Padang, Sumatera Barat yang mengalami kerusakan akibat gempa, Jumat (2/10). Gempa bumi berskala 7,6 skala richter yang mengguncang Padang mengakibatkan sedikitnya 500 orang meninggal dan ribuan bangunan hancur. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Yuni Ikawati
KOMPAS.com - Arah kiblat menjadi prasyarat menjalankan ibadah shalat. Di mana pun umat Islam menjalankan ritual keagamaan itu, mereka harus berkiblat ke Kabah di Mekkah. Penentuan arah kiblat tentu tak masalah bagi mereka yang berada di dekat Kabah. Bagaimana memastikannya jika berada jauh dari tempat suci itu?
Beberapa waktu lalu di internet muncul tulisan Usep Fathudin, mantan Staf Khusus Menteri Agama, yang mengungkap beragam arah kiblat masjid-masjid di Jakarta. Kesahihan kiblat suatu masjid, menurutnya, perlu dicapai sebelum masjid dibangun. Hal itu karena pergeseran 1 sentimeter saja bisa berarti 100 kilometer penyimpangan jaraknya.
Meskipun begitu, menurutnya, akurasi arah kiblat 100 persen memang tidak diwajibkan dalam shalat, seperti tersebut dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 144, yang memerintahkan untuk shalat ke arah kiblat. ”Kata-kata ’ke arah’ ditafsirkan sebagai usaha maksimal mengarahkan shalat kita ke Kabah di Mekkah,” urainya.
Walaupun begitu, upaya untuk mendekati ketepatan arah ke kiblat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Usep menyebutkan, penentuan arah kiblat Masjid Al Mukhlishun di Griya Depok Asri, Depok Tengah, yang berdiri tahun 2001, menggunakan suatu kompas kecil berbahasa Inggris, dengan tulisan Latin dan Arab.
Pada alat penunjuk arah itu tertulis bahwa untuk Jakarta dan sebagian besar kota di Indonesia, arah utara jarum kompas harus menunjuk angka 9 sebagai arah kiblat.
Kenyataannya, survei arah kiblat yang dilakukannya di berbagai masjid besar di Jakarta memperlihatkan, kompas yang digunakannya menunjuk arah yang berbeda-beda di tiap tempat ibadah itu, berkisar dari 7,5 hingga 9.
Penentuan arah kiblat yang dipakai umumnya mengacu pada arah utara geografis sebenarnya, yang memakai arah kompas atau jarum magnetik yang disebut ”pencari arah Kabah”. Arah jarum magnetik di kompas mengarah berdasarkan kutub magnetik Bumi di kutub utara.
Ternyata arah utara magnetik Bumi itu berbeda di tiap kota dari waktu ke waktu. Hal ini dipengaruhi oleh rotasi Bumi. Penelitian menunjukkan arah utara magnetik terus bergeser sekitar 4,8 kilometer per tahun. Pada tahun 2005 pergeserannya mencapai 800 kilometer dari kutub utara sebenarnya. Pada 2050 diperkirakan utara magnetik Bumi mendekati Siberia.
Qibla Locator
Penggunaan kompas sebagai penunjuk arah kiblat belakangan memang dianggap kurang akurat. Belakangan diperkenalkan peranti lunak Qibla Locator yang termuat dalam situs webhttp://www.qiblalocator.com.
Qibla Locator atau penunjuk arah kiblat antara lain dirancang oleh Ibn Mas’ud dengan menggunakan peranti lunak aplikasi Google Maps API v2, sejak tahun 2006. Pengembangan tampilan dan aplikasinya kemudian melibatkan Hamed Zarrabi Zadeh dari Universitas Waterloo di Ontario, Kanada.
Pada Qibla Locator versi Beta seri 0.8.7 itu dilengkapi dengan geocoding dari Yahoo, pengontrol arah pada citra peta, dan indikator tingkat pembesaran. Hingga September 2007 dihasilkan empat versi Beta dengan beberapa aplikasi tambahan, Geocoder, dan tampilan jarak.
Dengan Qibla Locator yang berbasis Google Earth ini dapat diketahui arah kiblat dari mana pun kita berada. Untuk mengetahuinya, di bagian atas situs itu ada kotak untuk memasukkan lokasi, alamat atau nama jalan, kode pos, dan negara atau garis lintang dan garis bujur.
Maka di sisi kanan gambar peta akan muncul besaran arah kiblat atau kabah dan jaraknya dari posisi lokasi yang kita masukkan. Peranti lunak ini, menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sangat membantu guna mengecek arah kiblat secara akurat. ”Ini bisa untuk koreksi massal masjid-masjid di Indonesia,” katanya.
Bayangan matahari
Thomas, pakar astronomi dan astrofisika, mengemukakan bahwa ada penentuan arah kiblat yang menggunakan bayangan Matahari. Sekitar tanggal 26-30 Mei pukul 16.18 WIB dan 13-17 Juli pukul 16.27 WIB Matahari tepat berada di atas kota Mekkah.
Pada saat itu Matahari yang tampak dari semua penjuru Bumi dapat dijadikan penunjuk lokasi Kabah. Begitu pula bayangan benda tegak pada waktu itu juga dapat menjadi menentu arah ke kiblat.
Selain itu untuk daerah yang tidak mengalami siang, sama dengan Mekkah, waktu yang digunakan adalah saat Matahari di atas titik yang diametral dengan Mekkah. Waktu yang dapat dijadikan patokan penunjuk kiblat untuk wilayah tersebut adalah Matahari pada tanggal 12 hingga 16 Januari pukul 04.30 WIB dan 27 November hingga 1 Desember pukul 04.09 WIB.
Cara ini menurutnya paling mudah untuk mengoreksi arah kiblat, termasuk untuk garis saf di dalam masjid. Begitu mudah sehingga orang awam pun dapat melakukannya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sekali Tatap, Musuh Langsung Musnah
Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: Tri Wahono
Rabu, 5 Januari 2011 | 11:41 WIB
Dibaca: 11846
Helm pilot pesawat tempur rancangan Inggris bisa mengunci musuh dengan tatapan pilot.
LONDON, KOMPAS.com — Satu lagi inovasi teknologi militer dikembangkan Inggris. Kali ini negeri itu mengembangkan helm pilot militer baru bernama Striker yang memungkinkan pilot pesawat tempur mengarahkan serangan kepada musuh hanya dengan melihatnya. Sekali tatap, musuh langsung musnah.
Helm tersebut dikembangkan BAE System dan telah diuji coba dalam penerbangan pesawat RAF Typhoon. Juru bicara BAE mengatakan, "Helm ini dilengkapi optik detektor canggih yang terintegrasi untuk mendukung keakuratan pada ketinggian rendah, sedang, dan tinggi."
"Biasanya kami harus menguntit di belakang pesawat lawan untuk menguncinya dan menyerang (disebut dogfight dalam istilah militer). Dengan helm ini kami tinggal mengarahkan senjata dengan kepala," kata Mark Bowman, pemimpin pilot, kepada harian The Sun.
Untuk melakukan serangan dengan alat ini, langkah pertama yang harus dilakukan pilot adalah membaca radar untuk mengetahui posisi musuh. Selanjutnya, ketika musuh sudah ada dalam jangkauan pandang, pilot tinggal menatapnya dan memberi perintah serangan.
Ketika pilot menatap, optik yang ada pada helm akan bekerja mendeteksi. Selanjutnya, hasil bacaan dikirim ke sensor di bagian kokpit. Mekanisme selanjutnya adalah pengantaran perintah ke bagian persenjataan. Ketika perintah sudah dibuat, musuh pun akan segera musnah.
Juru bicara BAE mengatakan, "Sementara sistem dikembangkan oleh Eurofighter Typhoon, desain modularnya bisa dipakai di semua platform." Helm tersebut rencananya dijual dengan harga 250.000 poundsterling.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bahtera Nuh Baru Dibangun oleh Rusia
Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: A. Wisnubrata
Selasa, 11 Januari 2011 | 15:19 WIB
Dibaca: 56702
Komentar117
RemistudioBagian bawah Ark Hotel
Foto:
1 2 3 4
KOMPAS.com - Bahtera Nuh baru dikembangkan oleh para arsitek asal Rusia. Kali ini, bahteranya berwujud hotel yang dinamai "Ark Hotel". Bahtera yang berwujud hotel ini, dalam konsep yang ditunjukkan Senin (10/1/2011), dibangun untuk mengatasi bencana banjir akibat kenaikan pemukaan air laut.
Ketika bencana banjir terjadi, hotel ini bisa melayang di air laut sehingga mampu menyelamatkan manusia yang ada di dalamnya. Dalam kondisi tersebut, hotel yang didesain berbentuk cangkang ini juga masih bisa menyediakan energi bagi penghuninya sebab bagian dalamnya ditanami pohon.
Selain mengatasi banjir, hotel ini juga dikatakan tahan gempa. Para arsitek yang membangunnya mengatakan, rangka dan desain hotel mampu menyebarkan berat secara merata sehingga bisa mengamankan penduduk dari bencana gempa bumi yang mungkin terjadi.
Hotel ini juga memiliki panel surya dan penampung air hujan yang akan memberikan energi dan air secara alami. Bagian dalam hotel dilengkapi dengan vegetasi tumbuhan yang selain memberikan kualitas udara yang baik juga bisa menjadi sumber bahan pangan.
Eksterior hotel terbuat dari bahan yang transparan untuk memastikan tercukupinya cahaya. Kontrol intensitas cahaya dilakukan dengan adanya filter di bagian dalam ruangan. Sementara, sebuah lapisan khusus juga digunakan untuk memastikan kualitas cahaya yang masuk ruangan.
Hotel ini dibangun oleh firma arsitektur Remistudio Rusia dan International Union of Architect. Alexander Remizow dari Remistudio mengatakan, "Hotel ini dibangun untuk menjawab tantangan yang ada saat ini. Dibangun untuk mendukung sistem kehidupan yang independen."
Tantangan yang dimaksud diantaranya adalah kebutuhan pengamanan dan perlindungan dari efek perubahan iklim serta kondisi lingkungan yang ekstrim. Selain itu juga akan menjawab kebutuhan perlindungan dari aktivitas manusia yang merusak.
Untuk membangun sistem kehidupan yang independen, Remistudio mengatakan, "Semua tanaman telah dipilih berdasarkan kesesuaian, efisiensi dalam mengatur pencahayaan dan kemampuan dalam memproduksi oksigen. Atap yang transparan mebuat tanaman bisa mendapatkan cahaya yang cukup."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wow, Karya "Anak Cibinong" Ini Mendunia!
Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: Latief
Jumat, 14 Januari 2011 | 17:51 WIB
Dibaca: 18855
Andiyan LutfiAndiyan Lutfi, fotografer amatir asal Cibinong, Jawa Barat, berhasil mengabadikan momen alam yang menakjubkan dengan kameranya. Foto jepretannya ini menjadi headline dalam rubrik Science and Technology di Dailymail, Kamis (13/1/2011).
KOMPAS.com - Andiyan Lutfi, fotografer amatir asal Cibinong, Jawa Barat, berhasil mengabadikan momen alam yang menakjubkan dengan kameranya. Lantaran itu pula, foto jepretannya menjadi headline dalam rubrikScience and Technology di Dailymail, Kamis (13/1/2011).
Dalam salah satu hasil jepretannya, tampak koloni semut sedang menyerang seekor lalat yang berusaha masuk ke teritorinya. Foto ini menggambarkan perilaku semut yang mati-matian mempertahankan wilayahnya dari "makhluk" asing.
Pada foto lain Andiyan menggambarkan semut kelaparan yang berupaya meraih sepotongbrownies cokelat. Semut-semut tersebut tampak membangun formasi, yaitu satu semut berada di bawah, sementara semut lain berada di atasnya. Mereka terlihat tengah menikmati browniescokelat itu.
Adapun jenis semut yang tampak pada foto-foro Andiyan adalah semut merah atau biasa disebut semut rangrang. Jenis semut ini adalah salah satu yang paling sering ditemukan di taman.
Diketahui, jenis semut merupakan satu di antara 11.000 jenis semut yang ada di dunia. Mereka hidup dalam koloni. Ada yang berperan sebagai pekerja, pejantan, serta menjadi ratu.
Semut ini juga memiliki penyengat. Walau ukurannya kecil, sengatannya bisa terasa menyakitkan.
Andiyan menuturkan, ia memotret semut-semut tersebut di bawah pohon mangga di halaman rumahnya.
"Saya sering melihatnya dan saya pikir mereka luar biasa," ujarnya.
Tentu, orang terpukau dengan fotonya. Karena dari jepretannya itu, semut-semut merah tersebut tampak mampu bercerita sendiri.
Foto yang dihasilkan Andiyan tergolong dalam fotografi makro, yaitu jenis fotografi yang membuat pembesaran terhadap suatu obyek atau bisa dikatakan fokus terhadap obyek mikro. Fotografi ini sangat berguna untuk ilmu pengetahuan, misalnya dalam identifikasi spesies baru.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Makam Berusia 4.000 Tahun Ditemukan
Penulis: Yunanto Wiji Utomo | Editor: Tri Wahono
Jumat, 22 Oktober 2010 | 16:32 WIB
Dibaca: 439
Meghan E. Strong. Courtesy of SCA.Lukisan Rudj-ka dan istrinya.
KAIRO, KOMPAS.com — Para arkeolog telah menemukan makam kuno berasal dari zaman Firaun yang usianya sudah lebih dari 4.000 tahun di dekat Piramid Giza. Pemerintah Mesir mengumumkannya minggu ini.
Indah dalam hiasannya, makam itu ditemukan di dekat makam para pembangun piramida. Makam yang ditemukan itu diketahui merupakan milik Rudj-Ka, pemuka agama yang hidup pada masa Dinasti Kelima Mesir Kuno atau sekitar 2465-2323 SM. Ia diketahui juga merupakan anggota pengadilan Mesir Kuno. Di masanya, imam itu bertugas sebagai pemimpin ritual upacara penghormatan Khafre, penguasa Dinasti Keempat Mesir Kuno yang juga dikenal dengan nama Chephren.
Bagian permukaan dari makam Rudj-ka berhiaskan lukisan kehidupan sehari-hari orang Mesir kuno. Salah satu dinding makamnya melukiskan Rudj-Ka sedang berlayar mencari ikan. Sementara di dinding lainnya menggambarkan sang pemuka agama dan istrinya berdiri di depan meja yang penuh dengan roti, angsa, dan hewan ternak.
Zahi Hawass, Sekretaris Umum Egypt's Supreme Council of Antiquities, mengatakan bahwa penemuan ini mungkin mengindikasikan adanya kompleks pekuburan besar di dekat salah satu piramida terbesar itu. "Makam kuno ini bisa menjadi yang pertama yang ditemukan di area itu. Kami berharap bisa menemukan makam-makam yang diperuntukkan bagi para anggota pengadilan masa itu," tandas Hawass.
Ia juga berspekulasi bahwa makam itu mungkin merupakan kelanjutan dari kompleks pemakaman di Giza. Sebab, kompleks pemakaman di dataran tinggi Giza diketahui sudah terlalu padat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ditemukan Patung Kakek Raja Tut
Editor: Tri Wahono
Selasa, 18 Januari 2011 | 20:03 WIB
Dibaca: 5121
Kenneth GarrettPatung Amenhotep III.
KOMPAS.com - Enam potongan dari patung eyang Raja Tut ditemukan di sebuah kuil di tepi barat Sungai Nil di Nuxor, Mesir. Menteri Kebudayaan Mesir Farouk Hosny mengumumkan temuan tersebut pekan lalu.
Tiga potongan yang ditemukan adalah fragmen yang berasal dari patung sang kakek, Raja Amenhotep III. Potongan tersebut adalah fragmen dada kanan, nemes (penghias kepala berpola garis-garis), dan kaki. Sementara tiga potongan lain berasal dari patung sang nenek Ratu Tiye. Potongan itu merupakan rambut palsu, fragmen tangan kiri, jari dan kaki. Selain itu, tim juga menemukan bagian dasar dari kedua patung.
Keenam potongan saat ini masih disimpan di situs Medinet Habu di Nuxor. Tapi, semua potongan akan segera dipindah ke Egyptian Museum di Kairo untuk restorasi dan penempatan pada patung.
Raja Amenhotep III memerintah selama 39 tahun (1390-1352 SM), ketika Mesir berada dalam puncak perkembangan kemakmuran dan budaya.
Kedua patung itu pertama kali ditemukan pada tahun 1889 di Medinet Habu. Saat itu, tim dari Italia melakukan restorasi dan mengisi bagian yang hilang dengan batu-batu modern.
Kisah tentang Raja Tut bisa dibaca pada artikel fitur Rahasia Keluarga Raja Tut pada National Geographic Indonesia edisi September 2010.(National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Obat Stres Dijual dalam Bentuk Soda Rasa Ganja

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
Canna Cola (dok: drinkcannanola)
Los Angeles, Meski kontroversial, beberapa negara melegalkan penggunaan ganja atau mariyuana untuk keperluan medis. Bahkan di Amerika Serikat, zat aktif dalam ganja dikemas dan dijual dalam bentuk minuman ringan yang digemari kaum muda.

Clay Butler, pengusaha minuman ringan asal California baru-baru ini memproduksi minuman bersoda yang mengandung Tetrahydrocannabinol (THC) berkadar 35-65 mg/botol. THC merupakan bahan aktif dalam daun ganja yang memiliki efek halusinogenik atau menyebabkan seseorang berhalusinasi.

Dalam dunia medis, THC sering dimanfaatkan sebagai obat meski di sebagian besar negara legalitasnya masih kontroversial. Selain sebagai halusinogenik, THC juga dipakai untuk mencegah Alzheimer, mengatasi nyeri Arthritis dan mengatasi depresi.

Namun seperti halnya rokok, menghisap ganja untuk mendapatkan efek THC juga bisa memicu kanker. Dikutip dari Medicalmarihuana.ca, Selasa (25/1/2011), beberapa racun dalam asap ganja bisa menyebabkan kanker paru-paru dan tenggorokan.

Terinspirasi dari efek samping asap ganja, Butler akhirnya menghadirkan rasa dan khasiat ganja itu dalam bentuk minuman bersoda. Butler berencana meluncurkan produknya ke pasar mulai Februari dengan harga US$ 10 hingga US$ 15 atau sekitar Rp 90.000 hingga Rp 135.000/botol.

Nama dagang yang dipakai Butler sebagai merek minumannya adalah Canna Cola, diambil dari nama Latin ganja yaitu Cannabis sativa. Sayangnya karena regulasi atau aturan tentang legalitas ganja berbeda di setiap negara, produk ini hanya akan dipasarkan di California dan tidak mungkin dibawa ke luar negeri.

Di California, mengemas ganja ke dalam minuman ringan sebenarnya bukan hal baru. Soda rasa ganja sudah banyak dijual, namun hanya dalam skala kecil sementara Butler mengklaim Canna Cola sebagai produk pertama yang diproduksi dalam skala industri.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS